Skip to main content

Lebih dari 8.000 ekor kura-kura hidung babi diselamatkan di Indonesia

Dalam gambar yang diambil pada 9 Januari 2014 ini, seorang petugas memegang bayi kura-kura hidung babi di Tangerang, provinsi Banten. Hewan-hewan yang rentan itu akan dikirim ke pasar di Singapura atau Cina. Foto AFP

Pejabat Indonesia mengatakan pada 10 Januari bahwa mereka telah menyelamatkan lebih dari 8.000 bayi kura-kura hidung babi yang disembunyikan di dalam koper dan diperkirakan akan dikirim ke Cina dan Singapura. Sebanyak 2.968 ekor ditemukan dalam empat koper di bandara yang melayani ibu kota Jakarta setelah tiba dari wilayah terpencil Papua timur, kata Zaenal Abidi, petugas karantina.

“Koper-koper itu penuh dengan kotak plastik yang masing-masing berisi 15 hingga 20 kura-kura. Sayangnya, 14 di antaranya mati saat tiba,” katanya.

Pejabat bandara diminta pada 9 Januari untuk mewaspadai kura-kura hidung babi — yang tergolong rentan — setelah 5.400 ekor ditemukan dalam tujuh koper di Papua, katanya.

Abidi mengatakan bahwa kura-kura hidung babi yang diselundupkan melalui Jakarta biasanya dikirim ke Singapura atau Cina, di mana mereka dijual sebagai hewan peliharaan eksotis dan terkadang berakhir di pasar makanan.

Semua kura-kura akan dikembalikan ke habitat aslinya di Papua, kata Abidi. Ia menambahkan bahwa polisi mengetahui siapa yang telah memeriksa barang bawaan tersebut tetapi keberadaan mereka sekarang tidak diketahui.

Kura-kura hidung babi hanya ditemukan di Australia dan Nugini, sebuah pulau yang dibagi antara Papua Nugini dan Indonesia, dan dilindungi berdasarkan undang-undang konservasi Indonesia.

Ia memiliki hidung seperti moncong yang khas dan kaki berselaput. Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam menggolongkan kura-kura hidung babi sebagai spesies yang rentan dan perdagangan spesies tersebut dibatasi.

 

Sumber: www.hurriyetdailynews.com

Diselundupkan dalam Koper, 8.000 Kura-kura Hidung Babi Diselamatkan di Indonesia

Lebih dari 8.000 bayi kura-kura hidung babi yang diselundupkan keluar dari Indonesia berhasil dicegat minggu ini oleh para pejabat, menurut laporan AFP.

Kura-kura tersebut ditemukan tersembunyi di dalam koper yang diduga akan dikirim ke Singapura dan China, tempat reptil tersebut dijual sebagai hewan peliharaan eksotis dan terkadang berakhir di pasar makanan.

Pada hari Jumat, para pejabat di bandara utama Jakarta menemukan hampir 3.000 kura-kura di dalam empat koper setelah diberitahu untuk waspada terhadap penyelundupan kura-kura. Pada hari Kamis, para pejabat di Papua, salah satu dari sedikit tempat di dunia tempat kura-kura hidung babi hidup secara alami, menemukan sekitar 5.400 kura-kura yang disembunyikan di dalam tujuh koper, AFP melaporkan.

Koper-koper tersebut berisi kotak-kotak plastik, yang masing-masing berisi 15-20 kura-kura. Semua kura-kura yang masih hidup dikumpulkan dan akan dilepaskan kembali ke habitat aslinya di Papua. Setidaknya 14 kura-kura tersebut sudah mati ketika para pejabat menemukannya, menurut AFP.

Kura-kura hidung babi (Carettochelys insculpta) diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), yang melaporkan bahwa spesies tersebut hanya ditemukan di Papua Nugini, Australia utara, dan wilayah Papua di Indonesia.

IUCN menyatakan bahwa spesies tersebut diekspor dalam jumlah besar sebagai bagian dari perdagangan hewan hidup internasional. “Ia dieksploitasi secara besar-besaran dan dikonsumsi secara lokal di Papua Nugini dan terancam punah oleh hilangnya habitat dan degradasi di Australia,” kata IUCN tentang ancaman utama terhadap kura-kura hidung babi.

Menurut EarthTimes.org, populasi kura-kura hidung babi Indonesia telah turun hingga 50 persen dalam tiga dekade terakhir, menambahkan bahwa 11.000 reptil tersebut diangkut secara ilegal keluar dari Indonesia tahun lalu.

Penyelundupan kura-kura keluar dari Indonesia dapat dikenakan hukuman hingga 3 tahun penjara dan denda hingga 150 juta rupiah (sekitar $12.300), menurut Jakarta Post.

Namun, keuntungan dari operasi penyelundupan yang berhasil mungkin terlalu menggiurkan untuk dilewatkan sebagian orang.

Spesimen sepanjang 15 sentimeter dapat dijual seharga $20 dan kura-kura hidung babi muda dan dewasa dapat laku antara $500 dan $2.000, menurut Jakarta Post.

 

Sumber: natureworldnews.com